Senin, 18 November 2013

Makalah Biogeografi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Bumi kita selalu berkembang dari abad ke abad, begitu pun mahluk hidup yang hidup dibumi. Mahluk hidup di masa yang lalu tidak sama dengan mahluk hidup yang dimasa sekarang. Mahluk hidup selalu megalami perubahan dari masa ke masa, baik itu dari pola hidup, pola makan, dan tempat mereka hidup mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan kehidupan di bumi.
Setiap makhluk hidup pasti akan mati termasuk kita manusia tidak terkecuali hewan dan tumbuhan. Kematian suatu jenis makhluk hidup secara terus menerus yang tidak diimbangi dengan regenarasi generasi penerus/keturunan (berkembang biak) adalah merupakan kepunahan. Contoh spesies yang sudah punah adalah dinosaurus jenis t-rex.
Melalui proses evolusi, spesies yang baru muncul dari suatu mekanisme spesiasi. Dimana jenis makhluk hidup baru muncul dan berkembang biak secara lancar bila mereka mempunyai ecology niche. Spesies akan punah bila mereka tidak bisa bertahan bila ada perubahan di ekologi mereka ataupun bila persaingan semakin ketat dari makhluk hidup lain yang lebih kuat. Umumnya, suatu spesies akan punah dalam waktu 10 juta tahun,dihitung dari permulaan kemunculannya. Beberapa spesies, biasanya juda disebut fosil hidup telah bertahan dan tidak banyak berubah selamaratusan juta tahun. Salah satu contoh fosil hidup adalah buaya.
Sebelum manusia memenuhi muka bumi, laju kepunahan makhluk hidup cukup rendah, walaupun beberapa kepunahan massal telah terjadi sebelum itu. Sejak kira-kira 100.000 tahun yang lalu, seiring dengan laju populasi manusia yang semakin tinggi, laju kepunahan makhluk hidup menjadi sangat cepat, jauh lebih cepat dari kepunahan Cretaceous-Tertiary, yang terjadi sekitar 65.5 juta tahun yang lalu. Kepunahan ini dinamakan kepunahan Holocene, salah satu dari enam jenis kepunahan yang sudah diidentifikasikan sampai saat ini.








1.2  Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah, adalah sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dengan kepunahan,,???
2.      Jelaskan faktor-faktor penyebab kepuhanan,,???
1.3  Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan, adalah sebagai berikut :
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Biogeografi
2.      Sebagai bahan referensi tambahan dalam hal peningkatan pengetahuan tentang penyebab kepunahan spesies dimuka bumi.

























BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Definisi Kepunahan
Kepunahan dalam biologi berarti hilangnya keberadaan dari sebuah spesies atau sekelompok takson dari alam. Waktu kepunahan sebuah spesies ditandai dengan matinya individu terakhir spesies tersebut, walaupun kemampuan untuk berkembang biak tidak ada lagi sebelumnya. Tetapi dikarenakan wilayah sebaran sebuah spesies atau takson yang bisa sangat luas, sehingga sangat sulit untuk menentukan waktu kepunahan. Kepunahan dapat di bagi menjadi tiga, yaitu :
1.      Punah lokal : pada suatu tempat dan dapat menyebabkan kepunahan global.
2.      Punah global : diseluruh habitat dan geografis punah.
3.      Punah di alam : masih tersedia di kawasan konservasi

Suatu spesies dinamakan punah bila anggota terakhir dari spesies ini mati. Kepunahan terjadi bila tidak ada lagi makhluk hidup dari spesies tersebut yang dapat berkembang biak dan membentuk generasi. Suatu spesies juga disebut fungsional punah bila beberapa anggotanya masih hidup tetapi tidak mampu berkembang biak, misalnya karena sudah tua, atau hanya ada satu jenis kelamin.
Di dalam ilmu ekologi, istilah kepunahan dipakai untuk kepunahan disuatu studi area. Namun demikian, sepsies ini masih bisa ditemukan di tempat lain. Fenomena ini disebut juga ekstirpasi. Contohnya adalah penempatan serigala dari tempat lain di Taman Nasional Yellowstone, di Idaho, Amerika Serikat, dimana sebelumnya serigala sudah punah ditempat itu.









2.2  Faktor-faktor penyebab kepuhanan spesies
Faktor-faktor yang menyebabkan kepunahan spesies, adalah :
1.      Daya Regenerasi Yang Rendah
Banyak hewan yang butuh waktu lama untuk masuk ke tahap berkembang biak, biasa memiliki satu anak perkelahiran, butuh waktu lama untuk merawat anak, sulit untuk kawin, anaknya sulit untuk bertahan hidup hingga dewasa, dan sebagainya. Tumbuhan tertentu pun juga terkadang membutuhkan persyaratan situasi dan kondisi yang langka untuk bisa tumbuh berkembang. Hal tersebut menyulitkan spesies yang memiliki daya regenerasi / memiliki keturunan rendah untuk memperbanyak dirinya secara signifikan. Berbeda dengan tikus, ayam, lalat, kelinci, dll yang mudah untuk melakukan regenerasi.

2.      Campur Tangan Manusia
Adanya manusia terkadang menjadi malapetaka bagi keseimbangan makhluk hidup di suatu tempat. Manusia kadang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga rela membunuh secara membabi buta tanpa memikirkan regenerasi hewan atau tumbuhan tersebut. Manusia menyebabkan kepunahan massal keenam dalam sejarah Bumi. Selama lebih dari 540 juta tahun, lima kepunahan spesies skala besar terjadi secara alami. Namun tindakan manusia, seperti rusaknya habitat, penangkapan dan perburuan besar-besaran dan, penyebaran virus bisa mengancam kehidupan seluruh spesies Bumi. Gajah misalnya dibunuh para pemburu hanya untuk diambil gadingnya, harimau untuk kulitnya, monyet untuk dijadikan binatang peliharaan, dan lain sebagainya, dan perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang lebih aman.

3.      Bencana Alam Besar
Adanya bencana super dahsyat seperti tumbukan meteor seperti yang terjadi ketika jaman dinosaurus memungkinkan banyak spesies yang mati dan punah tanpa ada satu pun yang selamat untuk meneruskan keturunan di bumi. Sama halnya dengan jika habitat spesies tertentu yang hidup di lokasi yang sempit terkena bencana besar seperti bancir, kebakaran, tanah longsor, tsunami, tumbukan meteor, dan lain sebagainya maka kepunahan mungkin tidak akan terelakkan lagi.


4.      Didesak Populasi Lain Yang Kuat
Kompetisi antar predator seperti macan tutul dengan harimau mampu membuat pesaing yang lemah akan terdesak ke wilayah lain atau bahkan bisa mati kelaparan secara masal yang menyebabkan kepunahan.






























BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Kepunahan dalam biologi berarti hilangnya keberadaan dari sebuah spesies atau sekelompok takson dari alam. Kepunahan dapat di bagi menjadi tiga, yaitu :
1.      Punah lokal : pada suatu tempat dan dapat menyebabkan kepunahan global.
2.      Punah global : diseluruh habitat dan geografis punah.
3.      Punah di alam : masih tersedia di kawasan konservasi

Faktor-faktor yang menyebabkan kepunahan spesies, adalah :
1.      Daya Regenerasi Yang Rendah
2.      Campur Tangan Manusia
3.      Bencana Alam Besar
4.      Didesak Populasi Lain Yang Kuat

3.2  Saran
Semoga dengan adanya makalah yang berjudul “ PENYEBAB KEPUNAHAN SPESIES” dapat membuat kita tertarik untuk mempelajarinya. Karena dengan begitu kita dapat mengetahui penyebab kepunahan spesies dimuka bumi.












DAFTAR PUSTAKA

http://www.yaiyalah.com/2011/10/10-spesies-binatang-punah-paling.html#ixzz1dP0HdRgu
http://www.wikipedia.com



Bahan Ajar Geografi

BAHAN AJAR
Nama Sekolah             : MAN Batudaa
Mata Pelajaran            : Geografi
Kelas                           : X (Sepuluh)
Kompetensi Inti          : Menganalisis Unsur-unsur geosfer
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.      Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.      Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalamilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.      Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar       :
a.       KI 1 Sikap Spritual
1.      Peserta didik mampu menghayati gambar/model tentang jenis batuan pembentuk lapisan kulit bumi yang diciptakan allah SWT.
b.      KI 2 Sikap Sosial
1.      Peserta didik harus mengamalkan sejarah kehidupan.
c.       KI 3 Pengetahuan
1.      Peserta didik harus mampu memahami struktur lapisan kulit bumi (litosfer) dan pemanfaatannya.
d.      KI 4 Keterampilan/Kreatifitas
1.      Peserta didik mampu memeragakan gerak rotasi dan revolusi bumi melalui media globe dan berdiskusi tentang pengaruh gerakan planet bumi dalam kehidupan sehari-hari
Uraian Materi              : Struktur Lapisan Kulit Muka Bumi
            Litosfer adalah lapisan kulit bumi yang paling atas. Lapisan ini pada umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan SiO2. Itulah sebabnya lapisan litosfer seringkali dinamakan lapisan silikat. Lapisan ini memiliki ketebalan sampai 70 km.
            Menurut Klarke dan Washington, batuan di permukaan bumi hampir 75% terdiri atas Silikon Oksida dan Aluminium oksida. Dengan demikian, lapisan litosfer dinamakan juga lapisan batuan. Batuan merupakan bahan utama  pembentuk kulit bumi. Induk segala batuan ialah magma. Magma adalah batuan cair pijar yang bersuhu tinggi dan mengandung berbagai unsur mineral dan gas. Kulit bumi atau litosfer tersusun oleh sekitar 90 jenis unsur kimia yang satu dengan lainnya membentuk persenyawaan yang disebut mineral. (Waluya, 2009:104)
            Selain itu, litosfer juga terdiri atas dua bagian, yaitu lapisan Sial danlapisan Sima. Lapisan Sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit, andesit, jenis-jenis batuan metamorf, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan Sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt.
            Batuan pembentuk kulit bumi selalu mengalami siklus atau daur, yaitu batuan mengalami perubahan wujud dari magma, batuan beku, batuan sedimen,batuan malihan, dan kembali lagi menjadi magma. Secara berurutan batuan itu mengalami peristiwa sebagai berikut. (Waluya, 2009:105)
            Karena pengaruh atmosfer, maka batuan beku di permukaan bumi itu akan rusak, hancur, dan kemudian terbawa oleh aliran air, hembusan angin, atau gletser. Tidak jarang pula pada waktu hujan lebat, batuan yang hancur itu meluncur pada lereng yang curam karena gravitasi dan akhirnya batuan yang telah diangkut itu akan diendapkan di tempat baru. Akibatnya terbentuklah batuan endapan yang tertimbun di dataran rendah, sungai, danau, atau di laut.
            Mungkin saja pada suatu masa, batuan beku dan batuan endapan mencapai suatu tempat yang berdekatan dengan magma sebagai akibat tenaga endogen. Karena persinggungan dengan magma itu, maka batuan sedimen dan batuan beku dapat berubah bentuknya dan lazim dinamakan batuan malihan (metamorf). Batuan malihan dapat juga terbentuk akibat tekanan yang berlaku pada batuan sedimen. (Waluya, 2009:106)
            Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar perut bumi. Tenaga eksogen merupakan tenaga yang dapat merombak dan merubah bentuk muka bumi atau bentang lahan yang telah ada. Perombakan muka bumi akibat tenaga eksogen dapat disebabkan oleh proses pelapukan, pengikisan, pengendapan, dan pergerakan batuan atau tanah. Proses perombakan atau perubahan muka bumi ini, pengerjaannya dilakukan oleh air, udara, dan es. (Waluya,2009:133)

Pertanyaan/Latihan
1.      Jelaskanlah komposisi penyusun bumi!
2.      Jelaskan pengertian tenaga endogen dan macam-macamnya!
3.      Buatlah ringkasan materi mengenai Perubahan Litosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan!
4.      Diskusikanlah proses pembentukan relief muka bumi akibat tenaga eksogen, kemudian buatlah kesimpulannya!






Daftar Pustaka
Waluya,  Bagja, 2009, Memahami Geografi, Pusat Pembukuan, Departemen Pendidikan  Nasional:Jakarta.